KATA
PENGANTAR
Puji
syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan rahmatnya
sehingga saya dapat menyusun laporan kegiatan siswa yang malas balajar dan saya
pun mengucapkan terima kasih kepada pihak yang mendukung dalam penulisan laporan
ini.
Saya
menyadari bahwa masih banyak kekurangan , kesalahan dan lainnya. Karena itu,
saya memerlukan kritik dan saran demi tercapainya kesempurnaan dalam laporan
ini. Dan semoga laporan ini biasa menjadi panduan bagi guru maupun siswa dan
siapa pun yang membaca laporan ini.
Daftar isi
Kata pengantar……………………………………………………………..1
Daftar isi……………………………………………………………………2
BAB
PENDAHULUAN…………………………………………………………3
A.
Latar
Belakang………..……………………………………………..3
B.
Rumusan
Masalah…………………………………………………...4
BAB
II
PEBAHASAN……………………………………………………….……..5
A.
Pengertian
kesulitan belajar………………………………………….5
1.
Faktor-
raktor yang mempengaruhi……………………………….6
2.
Factor
meode belajar dan mengajar……………………………....6
3.
Sebab-sebab
kesulitan belajar karena rohani……………………..6
a.
Intlegasi
b.
Bakat
c.
Minat
d.
Motivasi
e.
Sumber
ekstrern
f.
Factor
keluarga
g.
Factor
sekolah
h.
Kedaan
waktu
B.
Pendekatan
belajar……………………………………………………7
1.
Ragam
pendekatan belajar…………………………………..…….7
C.
Metode
belajar……………………………………………..…………10
1.
Metode
SQ2R
D.
Langkah-langkah
yang harus dilakukan………………..……………11
1.
Metode
SQ4R…………………………………..…………………11
Bab
III
Penutup
……………………………………………………….12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam
sebuah proses pembelajaran metode dan pendekatan tidak bisa dipisahkan, karena
kedua unsur ini merupakan alat dan cara yang digunakan untuk menunjang
kelancaran suatu pendidikan.
Metode
Pembelajaran merupakan cara atau tekhnik pengkajian bahan pelajaran yang akan
digunakan guna saat pengkajian bahan pelajaran, baik secara individual maupun
kelompok. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung pasti akan didukung oleh
metode dan pendekatan pembelajaran, karena dalam pembelajaran, apabila sudah
menggunakan kedua sistem diatas maka komponen-komponen pendidikan akan berjalan
dengan baik.
Dalam
keseluruhan proses belajar mengajar, tujuan, pendekatan dan metode
belajar-mengajar memilki peran yang sangat strategis dan fungsional. Dikatakan
strategis karena merupakan “siasat” yang penuh makna untuk mencapai tujuan.
Fungsional berarti memberikan dampak langsung terhadap pencapaian tujuan.
Oleh
karena itu, kegiatan belajar mengajar bukanlah sekedar aktivitas yang dilakukan
oleh dua orang atau lebih yang berada dalam suatu ruangan atau lingkungan,
melainkan merupakan suatu interaksi orientasi sosial, target dan bertujuan yang
jelas. Interaksi yang bertujuan itu diciptakan dan dimaknai guru dalam
membentuk lingkungan yang bernilai religius, edukatif, dan produktif dengan
sepenuhnya diabadikan demi kepentingan peserta didik dalam belajar. Oleh karena
itu, sudah menjadi kewajiban bersama bagi pendidik dan peserta didik agar
terbentuk pembelajaran yang nyaman, menyenangkan dan mencerdaskan, sehingga
tercipta lingkungan pembelajaran benar-benar edukatif dan efektif.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
saja faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah kesulitan belajar?
2. Dari
beberapa faktor tersebut, bagaimana pendekatan-pendekatan yang harus dilakukan?
3. Metode-metode
apa saja yang harus digunakan untuk memecahkan masalah kesulitan belajar
tersebut?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kesulitan Belajar
Aktivitas
belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar.
Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap
apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat
terkadang semangatnya tinggi, tapi terkadang juga sulit untuk mengadakan
konsentrasi.
Setiap
individu memang tidak ada yang sama. Perbedaan individual yang ada ini pulalah
yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan anak didik. “Dalam
keadaan dimana anak didik/siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya,
itulah yang disebut dengan “kesulitan belajar”.
Kesulitan
belajar ini tidak selalu disebabkan karena faktor intelegensi yang rendah
(kelainan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor
non-intelegensi”. Dengan demikian, IQ yang tinggi belum tentu menjamin
keberhasilan belajar.
1. Faktor-faktor
yang mempengaruhi belajar
a. Faktor
intern (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri)
b. Faktor
fisiologi
c. Faktor
psikologi
d. Faktor
ekstern (faktor dari luar manusia)
e. Faktor-faktor
sosial
f. Faktor-faktor
non-sosial
2. Dalam
kamus pendidikann Smith[1] menambahkan faktor metode mengajar dan belajar,
masalah sosial dan emosional, intelek, dan mental.
a. Faktor
intern
b. Sebab
yang bersifat fisik
c. Karena
sakit
d. Karena
kurang sehat
e. Sebab
karena cacat tubuh
3. Sebab-sebab
kesulitan belajar karena rohani
a. Inteligensi
Anak yang IQ-nya tinggi
dapat menyelesaikan segala persoalan yang dihadapai. Anak yang normal (90-110)
dapat menamatkan SD tepat pada waktunya. Mereka yang memiliki IQ 110-140 dapat
digolongkan cerdas, 140 ke atas tergolong genius.
b. Bakat
Bakat adalah
potensi/kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Setiap individu mempunyai
bakat yang berbeda-beda. Seseorang yang berbakat musik mungkin di bidang lain
akan ketinggalan
c. Minat
Ada tidaknya minat
terhadap sesuatu pelajaran dapat dilihat dari cara anak mengikuti pelajaran.
Dari tanda-tanda itu seorang petugas diagnosis dapat menemukan apakah sebab kesulitan belajarnya.
d. Motivasi
Motivasi menurut
Sumardi Suryabrata adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang
mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan.
e. Faktor
Ekstern
f. Faktor
keluarga
Keluarga merupakan
pusat pendidikan yang utama dan pertama. Tetapi dapat juga sebagai faktor
penyebab kesulitan belajar.
g. Faktor
sekolah
Yang dimaksud sekolah, antara lain
adalah:
1. Guru
2. Faktor
alat
3. Kondisi
gedung
4. Kurikulum
5. Waktu
sekolah dan disiplin kurang
6. Kondisi
ekonomi
Anak yang lahir dari
keluarga yang kondisi ekonominya baik, tentu saja terpenuhi segala kebutuhannya.
h. Keadaan
waktu
1. Faktor
mass media dan lingkungan sosial
2. Faktor
mass media meliputi: bioskop, TV, surat kabar, majalah, buku-buku komik yang
ada disekeliling kita.
3. Lingkungan
sosial meliputi: teman bergaul, lingkungan tetangga, aktivitas dalam
masyarakat.
Menurut analisa
pemakalah, banyak faktor yang menjadi masalah kesulitan belajar seperti yang
disebutkan di atas.
Masalah kesulitan
belajar tersebut tergantung individu yang menjalani proses belajar tersebut.
Bagaimana cara dia memahami dan mengaplikasikan apa yang telah di dapat dari
gurunya.
B. Pendekatan
Belajar
1. Ragam
Pendekatan Belajar:
Pendekatan
pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita
terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya
suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,
menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan
teoretis tertentu.
Dari
pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam
strategi pembelajaran. Newman dan Logan[5] mengemukakan empat unsur strategi
dari setiap usaha, yaitu:
Mengidentifikasi
dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target)
yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang
memerlukannya.
Mempertimbangkan
dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk
mencapai sasaran.
Mempertimbangkan
dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal
sampai dengan sasaran.
Mempertimbangkan
dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk
mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika
kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
a. Menetapkan
spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku
dan pribadi peserta didik.
b. Mempertimbangkan
dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
c. Mempertimbangkan
dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
d. Menetapkan
norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku
keberhasilan.
e. Banyak
juga ragam pendekatan belajar yang dapat anda ajarkan kepada siswa untuk
mempelajari bidang studi atau materi pelajaran yang sedang mereka tekuni, salah
satunya lagi adalah pendekatan-pendekatan belajar yang dipandang representative
(mewakili) yang klasik dan modern itu ialah: 1) pendekatan hukum jost; 2)
pendekatan Ballard dan Clanchy; dan 3) pendekatan Biggs;
i.
Pendekatan Hukum Jost
Menurut Reber[6] (1988)
salah satu asumsi penting yang mendasari hukum Jost (Jost’s Law) adalah siswa
yang lebih sering memperhatikan material pelajaran akan lebih mudah memanggil
kembali memori lama yang berhubungan dengan material yang sedang ia tekuni.
Selanjutnya, berdasarkan asumsi hukum Jost itu maka belajar misalnya dengan
kiat 4×2 adalah lebih baik daripada 2×4 walaupun hasil perkalian kedua kiat
tersebut sama.
Maksudnya, mempelajari
sebuah material khususnya yang panjang dan kompleks dengan analokasi waktu 2
jam per hari selama 4 hari akan lebih efektif daripada mempelajari materi
tersebut dengan analokasi waktu 4 jam sehari tetapi hanya selama 2 hari.
Perempuan perlu pendekatan belajar
dengan cara mencicil sperti contoh diatas sehingga kini dipandang masih cukup
berhasil guna terutama untuk materi-materi yang bersifat hafalan.
j.
Pendekatan Ballard dan Clanchy
Menurut Ballard dan
Clanchy[7] (1990), pendekatan belajar siswa pada umumnya dipengaruhi oleh sikap
terhadap ilmu pengetahuan (attitude to knowledge). Ada 2 macam siswa dalam
menyikapi ilmu pengetahuan, yaitu:
1. Sikap
melestarikan apa yang sudah ada (concerving)
2. Sikap
memperluaskan (extending)
Siswa yang bersikap
concerving pada umumnya menggunakan pendekatan belajar “reproduksi” (bersifat
menghasilkan kembali fakta dan informasi) bahkan diantara mereka yang bersifat
extending cukup banyak yang menggunakan pendekatan spekulatif (berdasarkan
pemikiran mendalam), yang bukan saja bertujuan menyerap pengetahuan melainkan
juga pengembangannya.
Mengenai bagaimana
tipe, strategi, dan tujuan masing-masing pendekatan belajar tersebut.
g. Pendekatan
Biggs
Menurut hasil penelitian Biggs (1991),
pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan ke dalam 3 protopie (bentuk
dasar), yakni:
1. Pendekatan
surface (permukaan atau bersifat lahiriah)
2. Pendekatan
Deep (mendalam)
3. Pendekatan
achieving (pencapaian prestasi tinggi)
John B. Biggs[9],
seseorang professor kognitif (cognitifi) yang pernah mengetahui jalur ilmu pendidikan
universitas Hongkong selama beberapa tahun ini menyimpulkan bahwa
protopie-protopie pendekatan belajar pada umumnya digunakan para siswa
berdasarkan motifnya, bukan pada sikapnya terhadap pengetahuan.
Siswa yang menggunakan
pendekatan surface misalnya, mau nelajar karena dorongan dari luar, (ekstresik)
takut tidak lulus karena takut malu. Untuk itu gaya belajarnya santai asal
hafal dan tidak mementingkan pengalaman yang mendalam.
Sebaliknya siswa yang
menggunakan Deep biasanya mempelajari materi karena memang tertarik dan merasa
membutuhkannya (intrinsic). Gaya belajarnya serius dan berusaha memahami materi
secara mendalam serta memikirkan cara mengaplikasikannya.
Sementara itu, siswa yang menggunakan pendekatan achieving
pada umumnya dilandasi oleh motif ekstrinsik yang berciri khusus yang disebut
ego-enhancement yaitu ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi
keakuan dirinya dengan cara meraih indeks prestasi setinggi-tingginya, gaya
belajar siswa ini lebih serius daripada siswa-siswa yang menggunakan pendekatan
lainnya.
Menurut analisa
pemakalah, pendekatan belajar seperti yang diterangkan di atas sangat baik
untuk diterapkan kepada anak didik, hal ini membuat mereka akan lebih mudah
memahami apa yang diterangkan oleh para pendidiknya. Pendekatan-pendekatan ini
sangat ekektif dan efisien digunakan, karena akan mendorong para peserta didik
untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
C. Metode
Belajar
1. Metode
SQ3R
Metode SQ3R yang
dikembangkan oleh Prancis P. Robonson[10] di universitas negeri Ohio Amerika
Serikat. Metode terdebut bersifat praktis dan dapat diaplikasikan dalam
berbagai pendekatan belajar.
SQ3R pada prinsipnya merupakan
singkatan-singkatan langkah-langkah teks yang meliputi:
a) Survey,
maksudnya memeriksa atau meneliti atau mengidentifikasikan seluruh teks
b) Question,
maksudnya menyusun daftar pertanyaan yang relevan dengan teks
c) Read,
maksudnya membaca teks secara aktif untuk mencari jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun
d) Recite,
maksudnya menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan
e) Review,
maksudnya meninjau ulang seluruh jawaban atau pertanyaan yang tersusun pada
langkah kedua dan ketiga
D. Langkah-langkah
yang harus dilakukan:
Langkah
pertama, dalam melakukan aktifitas survey, anda perlu membantu dan mendorong
siswa untuk meneliti secara singkat seluruh struk teks.Langkah kedua, anda
sekiranya memberikan petunjuk atau contoh kepada para siswa untuk menyusun
pertanyaan dengan singkat, jelas dan relevan.Langkah ketiga, anda sekiranya
menyuruh siswa secara aktif dalam rangka mencari jawaban atas pertanyaan yang
telah tersusun.Langkah keempat, sekiranya anda menyuruh menyebutkan lagi
jawaban-jawaban atas pertanyaan yang telah tersusun, latihlah siswa untuk tidak
membaca catatan jawaban.Langkah kelima pada langkah terakhir (review) anda
sebaiknya menyuruh siswa untuk ulang seluruh pertanyaan dan jawab secara
singkat.
1. Metode
PQ4R
Metode belajar lain
yang dipandang dapat meningkatkan kinerja memori dalam memahami substansi teks
adalah metode ciptaan Thomas dan Robinson (1972) yang disebut PQ4R singkatan
dari Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review. Teknik menurut Anderson
pada hakikatnya merupakan penimbulan pertanyaan pertanyaan dan Tanya jawab yang
dapat mendorong pembaca teks melakukan pengelolahan secara mendalam dan lebih
luas.
Menurut kami pemakalah,
metode yang disebutkan diatas baik untuk digunakan, karena metode tersebut
mencakup keseluruhan dari model pembelajaran para peserta didik. Seperti
contohnya kita ambil satu metode, yaitu metode SQ3R yang merupakan Survey,
Question, Read, Recite, Review yang berarti dumulai dari meneliti atau
mengidentifikasi sampai terakhir menyuruh siswa untuk mengulang kembali apa
yang sudah diterangkan di awal pembelajaran. Metode ini sangat efektif untuk
digunakan, karena akan membuat para peserta didik menjadi lebih aktif.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam
belajar banyak pendekatan dan metode yang harus digunakan agar terjadi proses
pembelajaran yang baik. Sebaiknya memahami dulu pendekatan dan metode yang
harus digunakan dalam menuntut siswa itu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Beragam
pendekatan dan metode belajar yang dapat diterapkan seseorang untuk mencapai
suatu pembelajaran yang lebih baik, diantaranya:
What is Baccarat? A Practical Analysis - FBCASINO
BalasHapusHow 메리트카지노 does Baccarat work? A Baccarat game involves a combination of 바카라 two or more single bets. Each player bets on all kadangpintar the winning bets and receives